Baterai yang selama ini dipakai oleh sebagian besar pengguna telepon seluler (ponsel) memiliki siklus baterai rata - rata antara 500 hingga 1000 kali, setara dengan 5000 hingga 7000 kali pengisian ulang (recharging), atau setara dengan 3 - 4 tahun recharging. Sayangnya saya belum begitu memahami rumus perhitngannya, mungkin lain kali saya tulis di artikel berikutnya.
![]() |
| Mya Le Thai yang sedang bereksprrimen dengan kawat emas nano |
Seorang peneliti yang sedang menyelesaikan program Doktor dari Universitas Irvine California - Amerika Serikat yang bernama Mya Le Thai berhasil menemukan terobosan spektakuler yang membuat baterai dapat bertahan sangat lama hingga ratusan tahun lamanya.
Mya bereksperimen dengan kawat emas nano. Nah, saat kawat ini dilapisi dengan gel elektrolit serupa Plexiglas, rupanya kawat emas nano ini kembali ke bentuknya semula walau berkali-kali digunakan dengan aliran listrik.
Dengan penemuan ini, dikembangkanlah baterai yang menggunakan kawat emas nano berlapis Plexiglas. Sayangnya biaya material pembuatan baterai ini sangatlah mahal, padahal jika baterai ini diproduksi massal, manfaatnya akan sangat besar bagi pasar ponsel dan perangkat elektronik lainnya.
Simak Videonya:
Plexiglas makes nanowire batteries last longer Semoga saja kedepannya ada banyak pengusaha yang berlomba menerapkan konsep yang ditawarkan oleh ilmuwan sekaligus peneliti ini sehingga mampu menekan banyak biaya namun tetap mendapat keuntungan yang besar jika diproduksi secara massal.
Jika terlaksana, saat jasadku dikubur, aku berpesan agar ponselku dikubur bersamaku juga, agar aku tetap dapat berkomunikasi dengan orang - orang yang kusayangi. Cmiww... hihihi.
